Bukan Sekadar Berganti Jabatan, OSIS dan MPK SMAI Siapkan Pemimpin yang Berani Bertumbuh

YP ALMAARIF SINGOSARI – Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling depan, melainkan siapa yang mampu menggerakkan, menginspirasi, dan tumbuh bersama. Semangat inilah yang menjadi pesan utama dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) pengurus OSIS dan MPK SMA Islam Almaarif Singosari pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Pergantian kepengurusan menjadi lebih dari sekadar peralihan tanggung jawab. Momen ini merupakan awal bagi generasi baru untuk melanjutkan perjuangan, menghadirkan inovasi, dan membuktikan bahwa organisasi siswa dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya pemimpin masa depan.

Dalam sambutannya, Kepala SMAI Almaarif Singisari, Bapaj Ahmad Sya’roni, S.Si, M.M. mengingatkan pentingnya prinsip dan idealisme dalam berorganisasi. “Menjadi pengurus OSIS dan MPK tidak berarti bebas bertindak semaunya. Setiap langkah harus memiliki arah, setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan, dan setiap amanah harus dijalankan dengan kesungguhan. Organisasi membutuhkan pemimpin yang memiliki pendirian, bukan sekadar mereka yang memegang jabatan”.

Pesan tentang keberlanjutan organisasi juga disampaikan Nur Rizky Juliansyah, Ketua MPK periode 2025 – 2026. Ia berharap kepengurusan MPK yang baru mampu membawa perubahan positif, terus berinovasi, dan mengembangkan organisasi menjadi lebih baik. Regenerasi, menurutnya, bukan sekadar meneruskan program, tetapi juga berani menghadirkan pembaruan.

Sementara itu, M. Raihan Assyahid, Ketua OSIS periode 2025–2026, mengajak pengurus baru memahami makna kepemimpinan melalui filosofi Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. “Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan dan menunjukkan arah ketika anggota membutuhkan panduan. Ia juga harus hadir di tengah-tengah tim untuk membangun semangat dan menggerakkan potensi bersama. Ketika anggota telah mandiri dan kompeten, pemimpin perlu memberikan kepercayaan serta dukungan dari belakang, tanpa berhenti mengawasi dan mendampingi” tegas Syahid.

Syahid juga berpesan agar setiap kesalahan dijadikan pelajaran, bukan alasan untuk berhenti melangkah. Sebab, sebelum mampu memimpin orang lain, seseorang harus terlebih dahulu mampu memimpin dirinya sendiri.

Pesan-pesan tersebut mengiringi prosesi penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh ketua OSIS dan MPK serta perwakilan divisi dari pengurus lama kepada pengurus baru. Dilanjutkan dengan pembacaan janji siswa sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

Memasuki babak kepemimpinan baru, M. Aivan Azhim selaku Ketua OSIS terpilih menyampaikan gagasan agar OSIS tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan potensi siswa. Salah satu perhatian yang ingin dikembangkan adalah bidang olahraga, sehingga semakin banyak siswa memiliki kesempatan untuk mengenali dan mengoptimalkan bakatnya.

Aivan juga ingin membangun kepemimpinan yang tidak berjarak dengan anggota. Baginya, menjadi pemimpin berarti bersedia belajar dan bertumbuh bersama. Organisasi bukan panggung bagi satu orang untuk bersinar, melainkan ruang bagi semua anggota untuk berkembang dan memberikan kontribusi.

Harapan serupa disampaikan Syakira Nebula Zanetta, Ketua MPK terpilih. Ia menegaskan bahwa MPK siap mendukung berbagai kegiatan OSIS maupun program sekolah. Lebih dari itu, MPK diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk memahami organisasi, membangun komunikasi, dan mengembangkan tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugas.

Sertijab ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan memiliki batas waktu, tetapi nilai dan pengabdian harus terus berlanjut. Pengurus lama telah meletakkan fondasi, sementara pengurus baru memiliki kesempatan untuk menyempurnakan dan menghadirkan langkah-langkah baru.

Kini, tantangannya bukan sekadar menjalankan program kerja atau menyelesaikan agenda organisasi. Lebih dari itu, OSIS dan MPK diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya gagasan, tumbuhnya potensi, dan terbentuknya karakter kepemimpinan siswa. Sebab, organisasi yang hebat bukan hanya menghasilkan kegiatan yang sukses, tetapi juga melahirkan pribadi-pribadi yang berprinsip, berintegritas, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.