YP ALMAARIF SINGOSARI – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari untuk mengingatkan generasi muda terhadap jejak ulama dalam perjuangan bangsa.
Melalui Pawai Sholawat Santri 2026, yayasan mengajak para siswa mengenali sejarah sekaligus melanjutkan nilai perjuangan para pendahulu.Kegiatan yang digelar Sabtu (24/10) tersebut mengusung tema Semangat Santri, Berkah Bersholawat.

Sekitar 4.000 peserta dari sembilan unit pendidikan di bawah naungan YP Almaarif Singosari mengikuti pawai yang dimulai pukul 07.00 WIB.Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, K.H. Anas Noor, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan para ulama dan santri.
Gus Anas menilai, Singosari memiliki hubungan penting dengan sejarah perkembangan Islam dan perjuangan nasional. Salah satu tokoh yang disorot ialah Kiai Masjkur, pendiri YP Almaarif Singosari yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah menjabat Menteri Agama pada era Presiden Soekarno.
Menurut Gus Anas, Kiai Masykur turut berperan dalam proses perumusan Undang-Undang Dasar. Gus Anas juga menyebut Kiai Nachrowi sebagai tokoh nasional sekaligus pendiri yayasan dan perkembangan pendidikan islam di Malang yang berasal dari Singosari.

“Semoga peringatan Hari Santri ini membuat kita selalu ingat bahwa sampai saat ini kita mendapat bimbingan dari para ulama yang ikut merebut kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Gus Anas berharap, pengenalan terhadap sejarah tersebut dapat menumbuhkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab generasi muda untuk meneruskan perjuangan para ulama melalui pendidikan dan penguatan karakter.
Gus Anas juga mengapresiasi partisipasi siswa dan seluruh unit pendidikan dalam pawai. Kebersamaan, keikhlasan, kejujuran, dan kesabaran, menurutnya, menjadi nilai penting untuk memperkuat identitas Singosari sebagai Kota Santri.
Melalui kegiatan ini, YP Almaarif Singosari berupaya menghubungkan peringatan Hari Santri dengan pengenalan sejarah lokal. Dengan demikian, santri tidak hanya mengenal tradisi keagamaan, tetapi juga memahami kontribusi ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Setelah pawai, seluruh peserta berkumpul di Lapangan SDI Almaarif 02 Singosari untuk mengikuti undian doorprize dengan hadiah utama dua sepeda listrik dan dua kambing serta hadiah hiburan menarik lainnya. (humas).



