YP Almaarif SINGOSARI – Ribuan peserta meriahkan Pawai Sholawat Santri 2026 yang digelar Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, Sabtu (24/10). Mengusung tema Semangat Santri, Berkah Bersholawat, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat karakter Islami sekaligus meneguhkan cita-cita menjadikan Singosari sebagai Kota Santri.

Pawai tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta dari sembilan unit pendidikan di bawah naungan YP Almaarif Singosari. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan siswa, guru, dan unsur pendidikan yayasan.

Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, K.H. Anas Noor, S.H., M.H., mengatakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi pengingat bagi generasi muda terhadap peran para ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, Hari Santri perlu diperingati dengan cara yang mencerminkan karakter Islami. Salah satunya melalui kegiatan pawai sholawat yang melibatkan seluruh unit pendidikan di lingkungan yayasan.
“Semoga ikhtiar yayasan bersama sembilan unit pendidikan untuk menjadikan Singosari sebagai Kota Santri dikabulkan Allah,” harapnya.
Anas menegaskan, cita-cita tersebut perlu dibangun melalui kebersamaan, keikhlasan, kejujuran, dan kesabaran. Nilai-nilai itu harus menjadi landasan dalam mendidik generasi santri agar mampu meneruskan tradisi keilmuan dan perjuangan para ulama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa dan unit pendidikan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi bersama menjadi modal penting untuk menjaga semangat pendidikan Islam di Singosari.
“Semoga kebersamaan yang kita bangun, dengan keikhlasan, kejujuran, dan kesabaran, bisa meneguhkan Singosari sebagai Kota Santri,” ujarnya.
Pawai Sholawat Santri 2026 menjadi salah satu ikhtiar YP Almaarif Singosari dalam memperingati HSN sekaligus menanamkan kecintaan terhadap sholawat, nilai keislaman, dan sejarah perjuangan santri kepada generasi muda. (humas).



