Bekali Guru Disiplin Positif, MA Almaarif Singosari Gelar Bimtek dan Bedah Standarisasi Madrasah Ramah Anak

YP ALMAARIF SINGOSARI – Sebanyak 68 guru dan tenaga kependidikan MA Almaarif Singosari mengikuti Bimbingan Teknis dan Bedah Standarisasi Madrasah Ramah Anak di Auditorium MA Almaarif Singosari, Jumat (3/7/2026).


Kegiatan yang menghadirkan fasilitator nasional Bekti Prastyani, S.Pd. dan Ahmad Ashari, S.Pd. ini menjadi bagian dari upaya madrasah membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.


Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman seluruh guru dan tenaga kependidikan mengenai konsep Madrasah Ramah Anak.


Menurutnya, madrasah harus menjadi tempat yang mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung perkembangan akademik maupun karakter siswa.


“Madrasah harus menjadi lingkungan yang bebas dari kekerasan, baik fisik maupun psikis. Di tengah perkembangan zaman dan karakter generasi saat ini, pendekatan yang humanis dengan berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin menjadi sangat penting,” ujarnya.


Anam menjelaskan, MA Almaarif Singosari telah melakukan berbagai langkah untuk memenuhi standar Madrasah Ramah Anak. Di antaranya menyusun tata tertib yang lebih persuasif dan edukatif, memberikan pelatihan kepada guru mengenai disiplin positif, serta menata lingkungan madrasah agar semakin aman, bersih, sehat, dan inklusif.


Baginya, tantangan terbesar dalam mewujudkan Madrasah Ramah Anak adalah menyamakan persepsi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat. Sebab, masih ada anggapan bahwa mendidik dengan kasih sayang identik dengan memanjakan anak, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.


Selain itu, konsistensi seluruh warga madrasah dalam menerapkan budaya ramah anak juga menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, MA Almaarif Singosari menargetkan dapat memenuhi standar dan memperoleh pengakuan sebagai Madrasah Ramah Anak.


Lebih dari itu, madrasah yang berslogan SAE ini ingin membangun ekosistem pendidikan yang membuat siswa merasa dihargai, guru mengajar dengan bahagia, dan orang tua semakin tenang mempercayakan pendidikan putra-putrinya.


“Madrasah Ramah Anak bukan hanya tanggung jawab kepala madrasah atau guru BK, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga madrasah. Mari kita jadikan MA Almaarif Singosari sebagai rumah kedua yang penuh berkah, tempat akhlakul karimah tumbuh melalui keteladanan, kasih sayang, dan saling menghargai. Anak-anak tidak hanya perlu dicerdaskan otaknya, tetapi juga dijaga hatinya,” pungkas Anam. (humas)