YP ALMAARIF SINGOSARI – Riuh tepuk tangan bergema sejak pagi. Tepuk tangan silih berganti mengiringi penampilan para siswa. Ada yang memukau lewat seni tari, ada yang menunjukkan ketangkasan dalam bela diri, sementara yang lain memamerkan kemampuan di bidang tahfidz, olahraga, riset, hingga seni musik.
Namun Gelar Ekstrakurikuler 2026 yang digelar Sabtu pagi itu bukan sekadar tentang pertunjukan di atas panggung. Di setiap sudut area kegiatan, pengunjung diajak menyaksikan satu hal yang lebih penting: bagaimana madrasah memberi ruang bagi setiap siswa untuk menemukan dan menunjukkan potensi terbaiknya.

Sejak pukul 07.30 WIB, kegiatan diawali dengan parade siswa yang menampilkan identitas dan keunggulan masing-masing. Selanjutnya, panggung utama bergantian diisi oleh penampilan dari berbagai ekstrakurikuler unggulan.
Di sela-sela pertunjukan, panitia juga mengumumkan para pemenang serta menyerahkan hadiah kegiatan class meeting yang telah berlangsung sebelumnya. Namun daya tarik acara tidak hanya berada di atas panggung.
Di area pameran, stan Kaligrafi menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Tidak hanya memamerkan karya-karya terbaik siswa, para anggota ekstrakurikuler juga menunjukkan secara langsung proses pembuatan kaligrafi. Pengunjung bahkan diberi kesempatan untuk mencoba sendiri menulis huruf-huruf Arab dengan berbagai teknik dasar yang dipandu oleh para siswa.

Tak jauh dari sana, stan Club Sains menghadirkan suasana berbeda. Berbagai permainan edukatif, eksperimen sederhana, serta tantangan logika disiapkan untuk pengunjung. Setiap peserta yang berhasil menyelesaikan challenge tertentu berhak mendapatkan hadiah menarik.
Gelak tawa dan sorak kegembiraan kerap terdengar ketika para pengunjung mencoba memecahkan teka-teki atau menyelesaikan misi sains yang diberikan. Sementara itu, stan Jurnalistik menawarkan pengalaman yang lebih reflektif.
Di tempat ini dipamerkan berbagai karya siswa berupa tulisan fiksi dan nonfiksi, buletin, majalah madrasah, hingga dokumentasi kegiatan madrasah yang telah dipublikasikan selama satu tahun terakhir.
Pengunjung dapat membaca langsung hasil karya para anggota ekstrakurikuler sekaligus berdiskusi mengenai proses kreatif di balik setiap tulisan yang dipajang.
Keberadaan berbagai stan tersebut menjadikan Gelar Ekstrakurikuler 2026 bukan hanya tontonan, tetapi juga sarana edukasi dan interaksi yang melibatkan seluruh warga madrasah.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Abu Naim Rahman, S.S., M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MTs Almaarif 01 Singosari dalam mengembangkan bakat dan minat para siswa sesuai karakteristik masing-masing.
“Gelar ekstrakurikuler ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat siswa sesuai karakteristik yang dimiliki. Kami meyakini bahwa setiap siswa memiliki potensi yang unik dan perlu mendapatkan ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, esensi kegiatan tersebut tidak terletak pada siapa yang paling hebat atau siapa yang menghasilkan karya terbaik. “Gelar ekstrakurikuler ini bukan tentang siapa yang paling hebat tampilannya.
Bukan pula tentang karya siapa yang paling bagus. Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengaktualisasikan diri secara positif, membangun kepercayaan diri, melatih tanggung jawab, dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” tegas Abu Naim.
Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan predikat yang disandang MTs Almaarif 01 Singosari sebagai madrasah ramah anak dan madrasah adiwiyata. “Kami berkomitmen memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang para siswa.

Sebagai madrasah ramah anak, kami ingin memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Sebagai madrasah adiwiyata, kami juga terus menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial dalam setiap program yang dijalankan,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan begitu terasa. Orang tua, guru, alumni, dan para siswa saling memberikan dukungan. Tidak sedikit siswa yang awalnya tampak gugup saat tampil, tetapi kemudian mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah mendapat semangat dari teman-teman dan guru mereka.
Gelar Ekstrakurikuler 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjadi panggung perayaan atas keberagaman bakat yang dimiliki para siswa. Sebuah ruang yang membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka-angka di rapor, tetapi juga tentang bagaimana setiap anak diberi kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan menemukan jati dirinya.
Karena pada akhirnya, madrasah yang baik bukanlah madrasah yang hanya melahirkan siswa berprestasi. Melainkan madrasah yang mampu memastikan bahwa setiap anak memiliki tempat untuk berkembang dan kesempatan untuk bersinar dengan caranya masing-masing.



