Semangat Kartini Hidup di SDI Almaarif 02 Singosari Lewat Fashion Show Pakaian Adat

YP ALMAARIF SINGOSARI – Peringatan Hari Kartini di SD Islam Almaarif 02 Singosari berlangsung semarak dan penuh makna. Selasa, (21/4/2026) kemarin.

Melalui kegiatan fashion show pakaian adat dan tradisional, para siswa diajak tidak sekadar merayakan, tetapi juga memahami esensi perjuangan R.A. Kartini secara lebih dekat dan kontekstual.


Beragam busana khas Nusantara seperti kebaya, batik, ulos, baju bodo hingga kain tenun tampil memukau di atas catwalk sederhana yang disiapkan sekolah. Mereka dengan penuh percaya diri memperagakan busana daerah, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang beragam namun tetap satu.


Kepala SDI Almaarif 02 Singosari, Hj. Luluk Ernawati, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan sarana pendidikan karakter dan literasi budaya bagi siswa sejak dini.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat Kartini. Bahwa menjadi perempuan hebat tidak harus meninggalkan budaya sendiri, justru harus bangga dengan identitas bangsa,” ujar Hj. Luluk


Ia menjelaskan, fashion show ini juga menjadi media pembelajaran visual yang efektif. Siswa tidak hanya membaca sejarah Kartini, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai perjuangannya melalui simbol budaya yang dikenakan.


“Anak-anak belajar tentang keberagaman, makna pakaian adat, hingga nilai kesopanan dan keanggunan. Ini bagian dari penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal,” tambahnya.


Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap karya perempuan Indonesia. Banyak kain tradisional yang ditampilkan merupakan hasil tangan-tangan terampil para pengrajin perempuan yang menjaga warisan budaya secara turun-temurun.


Suasana semakin hidup ketika para siswa berjalan di atas catwalk dengan penuh percaya diri. Sorak dukungan dari teman dan guru menciptakan energi positif yang mendorong keberanian berekspresi serta membangun rasa percaya diri.


“Harapannya, anak-anak bisa meneladani semangat Kartini menjadi generasi yang cerdas, beradab, dan bangga dengan budayanya. Dari sini, mereka belajar bahwa emansipasi adalah tentang kemerdekaan berpikir tanpa kehilangan jati diri,” tegas Hj. Luluk.

Luluk juga menjelaskan, Peringatan Hari Kartini di SDI Almaarif 02 Singosari ini pun menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan dan dapat diimplementasikan melalui kegiatan sederhana namun bermakna.

“Fashion show ini menjadi panggung kecil yang menyalakan semangat besar dan merayakan keberagaman, menghargai budaya serta menumbuhkan generasi penerus yang “terang dan gemilang,” terang Hj. Luluk.