YP Almaarif Singosari – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari. Salah satu siswa terbaik MA Almaarif Singosari, M. Asyraf Abidin kelas XI, dipercaya menjadi delegasi International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 4, sebuah forum internasional bergengsi yang digelar di tiga negara ASEAN pada 10–15 Februari 2026.
Keikutsertaan santri asal Kabupaten Ngawi tersebut dalam program ICSM Batch 4 menjadi bukti nyata komitmen Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari dalam mencetak generasi santri yang berwawasan global, berkarakter, dan siap berkontribusi di tingkat internasional. Program ini dilaksanakan di Malaysia, Singapura, dan Thailand, dengan melibatkan santri, mahasiswa, serta akademisi dari berbagai latar belakang.
Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Asyraf merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang selama ini dilakukan madrasah di bawah naungan yayasan.
“Program ini selaras dengan visi kami untuk membekali siswa tidak hanya dengan ilmu akademik dan keagamaan, tetapi juga pengalaman global. Kami berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa madrasah dibawah bimbingan Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari akan terus membuka ruang dan peluang internasional melalui pendampingan intensif, penguatan kapasitas siswa, serta kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri.
“Prestasi ini menjadi penguat langkah kami dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap tampil sebagai duta nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di kancah dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, Asyraf mengaku bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diterimanya. Menurutnya, pengalaman mengikuti forum internasional memberikan perspektif baru tentang peran generasi muda dalam membangun peradaban dan ekonomi syariah global.
“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya belajar banyak hal, mulai dari keberanian menyampaikan gagasan hingga memahami budaya dari berbagai negara. Terima kasih kepada guru dan yayasan yang selalu mendukung,” tuturnya. (*)



