21 Siswa SMA Islam Almaarif Singosari Jadi Paskibra Kecamatan

YP ALMAARIF SINGOSARI – Sebanyak 21 siswa SMA Islam Almaarif Singosari dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Singosari Tahun 2026. Mereka membawa nama sekolah sekaligus Paskibra Ardhantara dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ke-21 siswa tersebut bergabung dengan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Singosari. Mereka mendapat tugas dalam beberapa kelompok pasukan, mulai dari Pasukan 8, Pasukan 17, hingga Pasukan 45.

Pada Pasukan 8, SMA Islam Almaarif diwakili Muhammad Akif Firdaus, Navisa Silvia Safitri, dan Safira Nisa Qonita. Sementara Alanka Deva Al Fikri, Callysta Oriana Jasmin, dan Halwa Nur Asyifa memperkuat Pasukan 17.

Sedangkan Pasukan 45 diisi Reisya Ananditya Safarina, Athaya Gechina Nabila Affandi, Nofelya Renata Wicaksono, Auriska Ambriyanti Putri, Fadila Puspaningrum, Adli Harisputra Ramadhan, Elvi Rehana Yasmin, Altaf Achmad Fazian, Naufal Afkar Idlan Nabigh, Hafizhah Fadiyah Widya Rochmah, Syifa Aliya Salsabila, dan Putri Agung Darmastuti.

Dua siswa lainnya mendapat amanah khusus. Nurfaizin dipercaya sebagai Danki, sedangkan Faroh Maulidi Kameliya menjadi Danton 45.

Bagi Nurfaizin, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tanggung jawab besar. Ia mengaku sempat terkejut ketika namanya dipercaya memimpin pasukan.

“Senang dan bangga, tetapi juga ada rasa tegang karena tanggung jawabnya lebih besar. Ini bukan hanya tentang diri saya, tetapi bagaimana membawa nama Ardhantara dan SMAI dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi Danki membuat dirinya belajar lebih banyak tentang kepemimpinan. Ia tidak hanya dituntut menjaga sikap dan gerakan pribadi, tetapi juga memastikan seluruh pasukan tetap kompak.

“Dari sini saya belajar lebih disiplin, mengontrol diri, dan memimpin. Dalam sebuah pasukan tidak ada yang berjalan sendiri. Semua harus saling mendukung agar hasilnya terbaik,” tambahnya.

Keikutsertaan 21 siswa tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMA Islam Almaarif Singosari. Pengalaman latihan, menjaga fisik, mengikuti instruksi, hingga membangun kekompakan menjadi bagian penting dari proses mereka.

Melalui Paskibra Ardhantara, para siswa tidak hanya belajar baris-berbaris. Mereka juga ditempa untuk disiplin, bekerja dalam tim, berani memimpin, serta bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.

Kini, nama SMA Islam Almaarif Singosari berdiri di tengah barisan merah putih. Bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari putra-putri yang mendapat kesempatan mengemban tugas untuk Kecamatan Singosari pada momentum kemerdekaan. (humas)