Jelang Tahun Ajaran Baru, YP Almaarif Singosari Perkuat Budaya Kerja Lewat Pembinaan Seluruh SDM

YP ALMAARIF SINGOSARI – Yayasan Pendidikan (YP) Almaarif Singosari kembali menggelar Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan yang diikuti seluruh keluarga besar yayasan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, staf administrasi, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan dari seluruh unit pendidikan. Kegiatan berlangsung di Gedung Auditorium Yayasan, Rabu (17/6/2026).


Pembinaan tahunan ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan kembali komitmen seluruh sumber daya manusia dalam menjalankan sistem dan tata kelola yayasan menjelang dimulainya tahun ajaran baru.


Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH. Anas Noor, S.H., MH, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang minimal dilaksanakan satu kali setiap tahun.

Tujuannya bukan sekadar menyampaikan aturan, melainkan mengingatkan kembali seluruh civitas yayasan agar tetap bekerja sesuai sistem yang telah disepakati.


“Menjelang tahun ajaran baru, kami perlu memberikan penyegaran agar seluruh guru dan karyawan kembali memahami sistem yang berlaku. Dalam perjalanan bekerja, kejenuhan itu wajar, sehingga pembinaan ini menjadi pengingat agar semua kembali pada aturan yang telah dibangun bersama,” ujarnya.


Menurutnya, seluruh pimpinan unit merupakan kepanjangan tangan yayasan dalam menjalankan kebijakan. Karena itu, setiap pembinaan di tingkat sekolah sejatinya merupakan implementasi dari program yayasan.
Gus Anas menegaskan bahwa budaya kerja di lingkungan Almaarif dibangun atas dasar kepatuhan terhadap sistem, bukan kepada individu.


“Kami ingin menanamkan bahwa yang dipatuhi adalah sistem, bukan orangnya. Dengan begitu, tata kelola lembaga akan berjalan lebih profesional dan berkelanjutan,” imbuhnya
Menariknya, pembinaan ini tidak hanya diikuti tenaga pendidik, tetapi juga seluruh elemen pendukung yayasan, termasuk petugas keamanan, tenaga kebersihan, dan pengelola koperasi. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur memiliki rasa memiliki terhadap lembaga.


“Kalau merasa memiliki, maka mereka akan ikut menjaga, mengawasi, dan bersama-sama memajukan Almaarif,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan pentingnya akuntabilitas setiap unit pendidikan. Seluruh program yang telah disusun melalui rapat kerja wajib dipertanggungjawabkan melalui laporan tahunan, sementara pimpinan unit juga diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban pada akhir masa jabatan.


Pihak yayasan pun menerapkan sistem pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran. Apabila terjadi perubahan atau pengalihan anggaran karena kondisi mendesak, setiap unit diwajibkan melaporkannya kepada yayasan sebagai bentuk transparansi dan pengendalian.


“Kami berharap seluruh keluarga besar yayasan semakin solid dalam membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di setiap unit,” tegas Gus Anas. (humas).