YP ALMAARIF SINGOSARI – SMPI ALMAARIF 01 SINGOSARI menggelar kegiatan workshop dan pendampingan psikologis bagi siswa pada hari Kamis, 30 April 2026, bertempat di Aula sekolah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Ibu Bekti Prastyani selaku Fasilitator Nasional dan Ketua Asosiasi Pendidik Berperspektif Hak Anak Indonesia, didampingi oleh Bapak As’ari selaku sekretaris.

Workshop ini ditujukan khusus bagi siswa yang berperan sebagai pelapor dan peloper, yang nantinya akan dipersiapkan menjadi Duta Sekolah Ramah Anak (SRA). Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan terkait pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta bagaimana cara memberikan dukungan kepada teman sebaya secara tepat.
Ibu Bekti Prastyani menyampaikan bahwa peran siswa sebagai agen perubahan sangat penting dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak. “Kalian adalah ibarat garda terdepan dalam menjaga teman-teman kalian. Dukungan kecil yang kalian berikan bisa berdampak besar bagi kondisi psikologis seseorang,” ujarnya.
Selain materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi interaktif dan simulasi penanganan kasus sederhana, sehingga siswa lebih memahami praktik nyata dalam membantu teman yang membutuhkan.

Bapak As’ari menambahkan bahwa keberanian untuk melapor dan peduli terhadap sesama merupakan langkah awal membangun budaya sekolah yang sehat dan positif.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman, menunjukkan semangat mereka untuk menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan sekolah.
Salah satu peserta, Ani kelas VIII, mengungkapkan,
“Workshop ini sangat bermanfaat, saya jadi lebih paham bagaimana cara membantu teman yang sedang mengalami masalah tanpa menghakimi.”
Sementara itu, Rizky kelas VII juga menyampaikan,
“Saya merasa lebih percaya diri untuk menjadi pelapor yang baik. Ternyata peran kami sangat penting untuk menciptakan sekolah yang aman.”
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa SMPI ALMAARIF 01 SINGOSARI mampu menjadi duta yang tidak hanya memahami konsep Sekolah Ramah Anak, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.



