YP ALMAARIF SINGOSARI – SMPI Islam Almaarif 01 Singosari terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata penghijauan. Bertempat di area persawahan Dusun Kreweh, sekolah bersama sejumlah pihak melaksanakan kegiatan penanaman pohon alpukat dan durian sebagai bagian dari penguatan jejaring Program Adiwiyata.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonosoborejo/Wonorejo yang memberikan fasilitas berupa lahan untuk dimanfaatkan sebagai lokasi penanaman. Tidak hanya menyediakan tempat, KTH juga berperan aktif memberikan edukasi serta pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, KTH Wonosoborejo memfasilitasi lahan agar dapat digunakan sebagai ruang pembelajaran lingkungan. Lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal kemudian ditanami bibit alpukat dan durian sebagai langkah penghijauan sekaligus investasi jangka panjang.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dan guru SMPI Islam Almaarif 01 Singosari, serta mahasiswa dari Institut Pertanian Malang (IPM) dan STT STIKMA Internasional Malang. Para peserta mengikuti edukasi langsung dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonosoborejo, kemudian menerapkan praktik penanaman pohon buah secara langsung di lahan persawahan yang telah disediakan.
Melalui pendampingan tersebut, peserta didik dan mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, namun juga menerapkan langsung cara menanam yang benar sesuai arahan kelompok tani hutan.
Kegiatan penanaman ini menjadi bukti bahwa Program Adiwiyata tidak hanya berjalan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diperkuat melalui jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
Kolaborasi yang terjalin antara sekolah, perguruan tinggi, dan kelompok tani hutan menjadi langkah strategis dalam membangun kepedulian lingkungan secara luas. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar.
Kepala sekolah SMPI Islam Almaarif 01 Singosari, Evi Mauludiyah, S.Pd., M.Pd
menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran kontekstual yang sangat bermanfaat bagi peserta didik.
“Kami ingin peserta didik belajar dari pengalaman nyata di lapangan, bukan hanya teori. Kegiatan seperti ini juga melatih karakter peduli lingkungan dan kerja sama,” ujarnya, Jumat, (17/4/2026).
Sebelum penanaman dilakukan, pendamping dari KTH memberikan edukasi kepada peserta didik dan mahasiswa terkait teknik penanaman, mulai dari pemilihan bibit, pembuatan lubang tanam, pemberian pupuk organik, hingga penyiraman awal.
Setelah itu, seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan penanaman secara langsung. Suasana gotong royong tampak jelas saat peserta didik, guru, mahasiswa, dan pendamping KTH bersama-sama menanam bibit alpukat dan durian di lahan persawahan.
Menurut pendamping KTH, pemilihan tanaman alpukat dan durian memiliki manfaat ganda, baik secara ekologis maupun ekonomis.
“Pohon buah ini bisa menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat tutupan hijau, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan,” jelasnya.
Evi juga menyampaikan, selain berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. Mereka belajar bertanggung jawab, disiplin, bekerja sama, serta memahami pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan kehidupan.
Dengan adanya kegiatan ini, SMPI Islam Almaarif 01 Singosari berharap jejaring Adiwiyata semakin kuat dan program lingkungan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Menanam pohon hari ini bukan sekadar menghijaukan lahan, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan bumi,” tutup Evi. (*)



