YP ALMAARIF SINGOSARI – Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari menggelar kegiatan Pondok Ramadan 1447 H yang dipusatkan di Pesantren Almaarif Singosari.
Kegiatan berlangsung mulai 23 Februari hingga 3 Maret 2026 dan diikuti oleh lima unit pendidikan di bawah naungan yayasan, yakni MTs, SMPI, MA, SMAI, dan SMK Plus Almaarif Singosari. Masing-masing unit mengikuti kegiatan pondok Ramadan selama dua hari sesuai jadwal yang telah ditentukan.

SMA Islam Almaarif Singosari menjadi unit pertama yang melaksanakan kegiatan ini. Siswa kelas X dan XI mengikuti rangkaian pondok Ramadan selama dua hari dengan berbagai agenda penguatan spiritual dan kebersamaan.
Kepala SMA Islam Almaarif Singosari, Ahmad Sya’roni, S.Si., MM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta pihak pesantren yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Semoga menjadi barokah dan manfaatnya terus mengalir,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan Pesantren Almaarif Singosari dapat berkembang sebagaimana cita-cita almarhum KH Tolchah Hasan, yakni menjadi Islamic Center Almaarif Singosari.
“Kami siap mendukung penuh pengembangan pesantren, termasuk siswa kami jika ingin mondok di sini (Pesantren Almaarif) akan kami fasilitasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua YP Almaarif Singosari, KH Anas Noor, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan Pondok Ramadan menjadi bagian dari upaya membangun suasana belajar yang ceria dan bermakna.
Menurutnya, tujuan utama pendidikan adalah tholabul ilmi sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Karena itu, proses belajar di setiap unit harus dikemas dengan suasana yang menyenangkan.
“Dengan keceriaan dan kebersamaan, seluruh unit di bawah naungan yayasan bisa berjalan baik dan nyaman bagi siswa,” tegasnya saat memberikan sambutan..
Gus Anas juga menekankan bahwa sejak dahulu YP Almaarif Singosari telah menerapkan prinsip ramah anak, bahkan sebelum istilah sekolah ramah anak populer.
“Pesantren Almaarif dikemas sebagai pondok modern dengan tetap mempertahankan nilai-nilai salaf, sehingga siswa memahami sumber keilmuan sekaligus memiliki wawasan luas,” ujar Gus Anas.
Gus Anas menjelaskan, selama mengikuti pondok Ramadan, siswa mendapatkan fasilitas memadai, mulai dari kamar mandi dalam hingga tempat tidur berkasur. Menurutnya, santri adalah pencari ilmu yang harus dimuliakan.
“Kami berpesan agar siswa menjaga kesehatan dan ketertiban selama mengikuti kegiatan. Memanfaatkan momen ini untuk merasakan pengalaman kehidupan pesantren secara lebih mendalam,” pungkasnya. (*)



