Sejarah
Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari sebagai salah satu mitra pemerintah sebenarnya telah ada sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lahir karena kesadaran akan pendidikan bagi putra-putri Indonesia di tengah-tengah upaya
perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kesadaran inilah yang menumbuhkan tekad K.H.Masjkur (Mantan Menteri Agama
RI dan Wakil Ketua DPR RI) pada tahun 1923 mendirikan “Madrasah Misbahul Wathon” di Singosari Malang.
Guru pertama yang diangkat beliau adalah Al Maghfurlah K. Dasuki dari Watugede Singosari. KH.Masjkur atas restu K.H.Moh.Tohir (Bungkuk Singosari) yang membidani lahirnya madrasah ini sekaligus menjadi pengurus dan penyandang dana.
Madrasah Misbahul Wathon lokasinya berada di dua tempat, yaitu komplek utara dan komplek selatan.
Komplek utara (sekarang ditempati SMAI) adalah wakaf dari K.H.Kholil Asy’ari (Menantu K.H.Moh.Tohir), dan komplek selatan adalah wakaf dari K.H.Maksum (Ayahanda K.H. Masjkur).
Suatu keanehan terjadi setelah kedatangan K.H.A. Wahab Hasbullah di Singosari, pemerintah Hindia Belanda tidak lagi memanggil Bapak K.H.Masjkur agar datang ke Kantor Kawedanan, bahkan Beliau dibenarkan dan diberi kebebasan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya.
Dari murid-murid inilah yang kemudian banyak bergabung dalam Laskar Sabilillah dan Hizbullah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
VISI
Terwujudnya insan yang berkualitas yang beraqidah Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah yang berakhlak mulia yang cakap dan terampil serta memiliki kesehatan jasmani dan rohani dan berguna bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia menuju hidup bahagia di dunia dan akhirat.
MISI
1. Menyelenggarakan pendidikan Pra-sekolah sampai Perguruan Tinggi yang berciri khas Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
2. Membangun prasarana dan sarana pendidikan.
3. Membina tenaga-tenaga profesional di bidang pendidikan.
4. Mengadakan hubungan kerja sama dengan pemerintah dan swasta baik di dalam maupun di luar negeri dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan.
5. Mengadakan silaturahmi dengan orang tua dan masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan berbasis sekolah.


