YP ALMAARIF SINGOSARI – MTs Almaarif 01 Singosari kembali menggelar kegiatan apel rutin dengan menghadirkan pembina apel dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, Dina Widianingsih, S.Kep., Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan tersebut berlangsung khidmat sekaligus edukatif dengan mengangkat tema pentingnya menjaga diri dari pengaruh zat adiktif dan bahaya narkoba di kalangan pelajar.
Dalam amanatnya, Dina Widianingsih menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari narkoba, tetapi juga dari berbagai bentuk kecanduan yang perlahan dapat merusak masa depan pelajar, seperti rokok, vape, game online berlebihan, hingga ketergantungan terhadap media sosial.
Menurutnya, berbagai bentuk kecanduan tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga prestasi belajar siswa apabila tidak dikendalikan dengan baik.

“Pelajar harus memiliki kesadaran sejak dini bahwa zat adiktif dalam bentuk apa pun dapat membawa dampak negatif bagi kehidupan. Rokok dan vape misalnya, sering dianggap hal biasa, padahal bisa menjadi pintu masuk menuju perilaku yang lebih berisiko. Begitu pula kecanduan game online dan media sosial yang dapat membuat siswa kehilangan fokus belajar, menurunkan produktivitas, bahkan memengaruhi kesehatan mental,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Dina juga menjelaskan secara mendalam mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda. Ia menuturkan bahwa narkoba tidak hanya merusak organ tubuh, tetapi juga menghancurkan masa depan, hubungan keluarga, serta cita-cita pelajar. Karena itu, para siswa diminta memiliki keberanian menolak serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

Dalam kesempatan tersebut, Dina Widianingsih memperkenalkan konsep “3A” dan “3B” sebagai langkah preventif bagi pelajar dalam menghindari zat adiktif dan narkoba.
Konsep 3A terdiri dari Awareness, Avoid, dan Action. Awareness berarti siswa harus memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang bahaya zat adiktif serta dampaknya bagi kehidupan. Avoid berarti mampu menghindari lingkungan, pergaulan, maupun kebiasaan yang dapat menyeret pada penyalahgunaan zat berbahaya. Sedangkan Action berarti berani mengambil tindakan positif, seperti memilih kegiatan yang bermanfaat, aktif dalam organisasi, olahraga, maupun kegiatan keagamaan.
Sementara itu, konsep 3B meliputi Berani Menolak, Berani Berkata Jujur, dan Berani Memilih Lingkungan Positif. Berani menolak berarti siswa harus tegas ketika diajak melakukan hal negatif. Berani berkata jujur dimaknai sebagai keberanian untuk terbuka kepada orang tua, guru, atau pihak terpercaya apabila menghadapi masalah maupun tekanan dari lingkungan. Sedangkan berani memilih lingkungan positif menjadi kunci penting karena lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan masa depan pelajar.
Ia juga menekankan bahwa lingkungan sosial sangat menentukan arah kehidupan remaja. Menurutnya, pergaulan yang baik akan membentuk karakter positif, sedangkan lingkungan yang salah dapat menjerumuskan pelajar pada perilaku menyimpang. Siswa diharapkan mampu selektif dalam memilih teman serta aktif membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan produktif.
Di akhir amanatnya, Dina Widianingsih mengingatkan bahwa para pelajar merupakan aset berharga bangsa yang kelak akan menjadi generasi penerus Indonesia. Setiap siswa harus mampu menjaga diri, menjaga pergaulan, serta mempersiapkan masa depan dengan kegiatan yang positif dan membangun.
Kegiatan apel rutin tersebut mendapat perhatian dan antusiasme tinggi dari para siswa. Melalui edukasi langsung dari BNN Kabupaten Malang, diharapkan para pelajar MTs Almaarif 01 Singosari semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, menjauhi narkoba, serta membangun karakter generasi muda yang sehat, cerdas, dan berprestasi. (*)



