YP ALMAARIF SINGOSARI – Bulan suci Ramadan 1447 H dimanfaatkan secara maksimal oleh MTs Almaarif 01 Singosari untuk memperkuat pembinaan karakter religius para siswa. Salah satu program yang menjadi sorotan tahun ini adalah Tadarus Keliling (Darling) yang digelar di rumah siswa dan wali murid.
Program tersebut mendapat sambutan luar biasa dari para orang tua. Banyak wali murid yang secara sukarela mendaftarkan rumahnya untuk menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Namun karena keterbatasan waktu dan penjadwalan madrasah, panitia hanya dapat membuka 13 majelis tadarus keliling selama Ramadan tahun ini.

Setiap majelis diikuti oleh 15 siswa yang didampingi empat guru. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan rangkaian acara yang tersusun rapi. Dimulai dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan dengan tadarus Alquran secara kolektif hingga khatam 30 juz, kemudian ditutup dengan istighosah dan tahlil.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa ketika kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama antara siswa, guru, dan keluarga tuan rumah. Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara madrasah dan wali murid.
Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd, mengatakan bahwa program tadarus keliling menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menghadirkan nilai-nilai Ramadan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Alquran sekaligus mempererat hubungan madrasah dengan keluarga serta lingkungan sekitar,” ujarnya. Jumat, (13/3/2026)

Menurutnya, tingginya antusiasme wali murid menjadi indikator keberhasilan program pembinaan membaca Alquran yang selama ini dijalankan madrasah.
Selain meningkatkan kemampuan membaca Alquran, kegiatan tadarus keliling juga menjadi sarana syiar Islam yang melibatkan siswa secara langsung di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan Darling ini dapat terus menjadi tradisi positif setiap Ramadan, sehingga nilai-nilai spiritual dapat menyebar luas dari madrasah ke keluarga dan masyarakat,” ujar Palupi.
Para wali murid pun mengapresiasi program tersebut. Mereka menilai kegiatan ini mampu menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup di lingkungan rumah.
“Anak-anak jadi lebih semangat membaca Alquran dan bisa merasakan kebersamaan dengan teman-temannya,” ujar salah satu wali murid. (*)



