YP ALMAARIF SINGOSARI – Kegiatan Workshop Pemahaman dan Pemantapan Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui Bedah Borang dan Standarisasi di MI Almaarif 02 Singosari berlangsung sukses dan penuh antusiasme.
Selama dua hari pelaksanaan pada 25–26 Mei 2026, para pendidik dan tenaga kependidikan aktif mengikuti setiap sesi materi guna memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal menuju madrasah yang ramah anak sekaligus persiapan standarisasi madrasah rujukan.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber Bekti Prastyani, S.Pd, yang memberikan pemahaman teknis terkait pengelolaan lembaga pendidikan berbasis hak anak.
Dalam paparannya, Bekti Prastyani menegaskan bahwa sekolah ramah anak bukan hanya sebatas program administratif, melainkan budaya yang harus dibangun bersama oleh seluruh elemen sekolah.
“Sekolah ramah anak harus mampu menghadirkan lingkungan yang aman secara fisik maupun psikologis bagi peserta didik. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab menciptakan suasana belajar yang menghargai hak anak dan bebas dari kekerasan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pentingnya bedah borang sebagai langkah evaluasi untuk mengetahui kesiapan madrasah dalam memenuhi indikator Sekolah Ramah Anak.
“Standarisasi diperlukan agar lembaga memiliki arah yang jelas dalam pengembangan layanan pendidikan yang berkualitas,” imbuhnya.
Workshop tersebut memiliki beberapa tujuan utama, diantaranya membekali pendidik dan tenaga kependidikan terkait teknis pengelolaan lembaga pendidikan ramah anak, melengkapi fasilitas madrasah yang mendukung kenyamanan dan keamanan peserta didik, serta mempersiapkan standarisasi madrasah sebagai lembaga rujukan.

Sementara itu, Kepala MI Almaarif 02 Singosari, Muhammad Ishom mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di lingkungan madrasah.
“Kami ingin seluruh guru dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya sekolah ramah anak. Harapannya, peserta didik dapat belajar dengan nyaman, aman, dan bahagia sehingga potensi mereka berkembang secara optimal,” tuturnya.

Melalui workshop ini, MI Almaarif 02 Singosari berharap dapat terus berbenah menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan belajar yang humanis dan berorientasi pada perlindungan hak anak.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi dan semangat baru bagi kami. Dan kami berharap MI Almaarif 02 Singosari terus berkembang dengan pembekalan – pembekalan dari praktisi yang berkompeten,” pungkas Ishom. (*)



