YP ALMAARIF SINGOSARI — Belajar demokrasi tidak harus menunggu dewasa. Di SMA Islam Almaarif Singosari, nilai-nilai demokrasi justru mulai ditanamkan melalui pengalaman nyata di lingkungan sekolah.Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) SMA Islam Almaarif Singosari Masa Bakti 2026–2027.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda regenerasi kepemimpinan siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pilihan, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.Rangkaian Pilketos dimulai pada 31 Agustus 2026 dengan pembentukan Komisi Pemilihan OSIS (KPO).

Tim yang diketuai Khansa Almaghfiroh dari kelas XII IPS-1 bertugas mengawal seluruh tahapan pemilihan agar berlangsung tertib, transparan, dan demokratis.Tahapan penjaringan calon pengurus OSIS dan MPK berlangsung pada 7–12 September 2026. Antusiasme siswa cukup tinggi.
Sebanyak 36 calon pengurus OSIS mengikuti proses seleksi yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi administrasi pada 14–15 September dan wawancara pada 16 serta 18–19 September 2026.
Dari proses tersebut, lahir tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Pasangan pertama Najwa Fitriatul (XI IPA-3) dan Luthfiyah Izza (X-2). Pasangan kedua Cameziqu Ozinolla (XI IPA-1) dan M. Rozaqul Abidin (X-5). Sementara pasangan ketiga M. Aivan Azhim Mursyidul Ibad (XI IPA-2) dan Kalynda Agni (X-3).
Ketiga pasangan kemudian menyampaikan visi, misi, dan gagasan melalui kampanye pada 21 September 2026. Tahapan ini menjadi kesempatan bagi para calon untuk berlatih berbicara di depan publik sekaligus menyampaikan program yang ingin mereka perjuangkan.
Puncaknya berlangsung pada 23 September 2026 melalui pemungutan suara berbasis e-voting. Penggunaan teknologi dalam proses pemilihan menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan praktik demokrasi yang relevan dengan kehidupan generasi digital.

Hasil e-voting menetapkan pasangan nomor urut tiga, M. Aivan Azhim Mursyidul Ibad dan Kalynda Agni, sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Islam Almaarif Singosari Masa Bakti 2026–2027.
Aivan mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan warga sekolah. Ia menilai amanah tersebut bukan sekadar pencapaian, tetapi tanggung jawab untuk bekerja bersama seluruh siswa.
“Perasaan saya sangat bersyukur dan bangga. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kami mampu menjalankan amanah ini dengan baik. OSIS harus menjadi wadah bagi siswa untuk berkembang, berkarya, dan ikut memberikan kontribusi bagi sekolah,” ujar Aivan.
Sementara itu, Kalynda berharap kepengurusan baru dapat menjadikan OSIS sebagai organisasi yang semakin dekat dengan siswa.
“Saya merasa senang sekaligus tertantang. Semoga kami bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan OSIS sebagai tempat bagi siswa untuk menyampaikan ide serta mengembangkan potensi,” ungkapnya.
Selain memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, rangkaian tersebut juga menetapkan kepengurusan baru Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Syakira Nebula Zaneta (XI IPA-1) terpilih sebagai Ketua MPK dan Nurfaizian (XI IPS-1) sebagai Wakil Ketua MPK.
Kepala SMA Islam Almaarif Singosari, Ahmad Sya’roni, S.Si., MM, mengatakan Pilketos menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang penting bagi siswa.
Menurutnya, proses tersebut bukan semata-mata untuk memilih siapa yang menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa dalam membangun karakter, keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
“Pilketos adalah proses belajar. Siswa belajar memimpin, belajar menyampaikan gagasan, belajar menghargai perbedaan pilihan, dan belajar bekerja sama. Dari proses seperti inilah potensi kepemimpinan siswa dapat tumbuh,” kata Sya’roni.
Regenerasi ini sekaligus melanjutkan kepemimpinan OSIS sebelumnya yang dipimpin M. Raihan Assyahid (XII IPA-1) sebagai Ketua OSIS dan Khansa Almaghfiroh (XII IPS-1) sebagai Wakil Ketua OSIS.“Kami berharap semakin banyak siswa mendapatkan ruang untuk belajar menjadi pemimpin, mengembangkan gagasan, dan mengambil peran dalam kemajuan sekolah,” (humas).



