YP ALMAARIF SINGOSARI – Di balik prestasi demi prestasi yang terus mengalir dari MTs Almaarif 01 Singosari, ada satu nama yang tak bisa dilepaskan, Dwi Retno Palupi, M.Pd. Perempuan kelahiran Wonogiri Jawa Tengah ini adalah nakhoda yang membawa madrasah tersebut melesat menjadi lembaga pendidikan unggul, berkarakter, sekaligus berwawasan global.”Education for all, all children can learn.”
Kalimat itu yang selalu ia ulang, dan bukan sekadar jargon. Baginya, setiap anak punya potensi yang harus difasilitasi untuk tumbuh. Filosofi itulah yang kemudian menjelma dalam program-program madrasah yang melekat menjadi budaya sehari-hari.

Perjalanan Dwi Retno di MTs Almaarif 01 Singosari sejatinya panjang. Lulusan S1 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tahun 2000 itu memulai kariernya sebagai guru matematika di MTs Almaarif 01 Singosari pada 2005. Sebelas tahun kemudian, tepatnya 2016, ia dipercaya menjabat Waka Kurikulum.
Di sela kesibukannya, ia bahkan sempat menjadi dosen luar biasa di program studi pendidikan matematika salah satu universitas di Malang. Titik baliknya terjadi pada 2021, saat ia terpilih menjadi kepala madrasah melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan. Kini, ia sedang menuntaskan dua periode kepemimpinan.
“Awalnya saya itu tidak ada kepikiran jadi kepala madrasah. Semua mengalir saja karena kecintaan pada lembaga, tapi tetap harus lewat uji kelayakan,” ujarnya wanita kelahiran 1977 itu.

Latar belakang sebagai guru matematika itu turut membentuk gaya kepemimpinannya. Semua harus ada proyeksi dan target ke depan. Seperti pada tahun 2022, Dwi Retno menancapkan roadmap besar, menjadikan MTs Almaarif 01 Singosari sebagai madrasah unggul berstandar internasional.

Dari sinilah lahir program-program seperti Madrasah Ramah Anak, Madrasah Riset, Madrasah Multilingual, hingga Madrasah Adiwiyata. Yang menarik, ia menerapkan kebijakan yang terbilang berani, seratus persen siswa pernah mengikuti lomba, baik level nasional maupun internasional.

Untuk mewujudkannya, madrasah mencarikan hampir ratusan ajang kompetisi sebagai wadah unjuk kemampuan siswa, dengan melibatkan peran aktif guru BK dan wali kelas dalam pembinaan.
Strategi pembinaannya pun disesuaikan dengan jenis ajang—mulai OMI, OPSI, OSN, O2SN, hingga kompetisi internasional—dengan target capaian yang terukur.Hasilnya pun sudah terbukti.
Tahun 2025 lalu, siswa MTs Almaarif 01 Singosari sukses membawa pulang dua medali dari ajang ASEAN Student Competition, masing-masing Bronze Award di kategori English Proficiency Test dan Mathematical Olympiad. Juga aktif dalam Internatinal Student Forum. Madrasah ini juga aktif dalam ASEAN Student Exchange, MOU dengan lembaga Internasional dan menjalin kemitraan berbagai instansi serta puluhan SD/MI di Jawa Timur.

Program unggulan yang dicanangkan sebagai fondasi pembelajaran holistik di madrasah ini: Pembiasaan Akhlakul Karimah, Ta’lim Pagi, Pembinaan Kecakapan Ubudiyah, Pembinaan Tahfidh Al-Qur’an, Beragam Ekstrakurikuler, Pembinaan Prestasi Akademik dan Non-Akademik, Madrasah Ramah Anak, Madrasah Riset, Madrasah Multilingual, serta Madrasah Adiwiyata. Sepuluh program itu bukan sekadar daftar di atas kertas.
Bagi Palupi, semuanya wajib berbuah prestasi nyata, baik bagi siswa maupun guru dan tenaga kependidikan.Di luar penguatan internal, Palupi juga rajin membangun jejaring kemitraan. Pada 2022, madrasah ini tercatat sebagai yang pertama di Kabupaten Malang mendeklarasikan madrasah ramah anak.
Sejumlah komitmen strategis, sekaligus konsisten menjalin komunikasi dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas lembaga bahkan sampai menembus level internasional pada 2025, madrasah ini kedatangan mahasiswa dari sekitar 20 negara dalam ajang I-YES (International Youth Enhancing Study) 2025 kerjasama dengan fakultas Humaniora UIN Maliki Malang.
Event itu sekaligus menjadi wadah siswa dalam menerapkan ilmu bahasa asing yang telah dipelajari para murid. Di tengah segala pencapaian itu, lulusan Magister Pendidikan Matematika UM 2008 itu selalu menegaskan lima nilai yang ditanamkan para pendiri, penerus, pengembang Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari ia pegang teguh dan tanamkan ke seluruh civitas madrasah, keikhlasan, kejujuran, kebersamaan, kesabaran dan kedisiplinan. Lewat gaya kepemimpinan yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan
Dwi Retno Palupi membuktikan madrasah yang berjargon KEREN (Kreatif, Edukatif, Religius, Elegan, Nyaman) ini bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan juga ruang pembentukan karakter dan prestasi bagi generasi muda yang siap bersaing di panggung global.



