YP ALMAARIF SINGOSARI — Tidak hanya dibekali ilmu akademik, 171 siswa kelas XII MA Almaarif Singosari juga dipersiapkan untuk memiliki keterampilan yang dibutuhkan ketika kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemulasaran Jenazah yang digelar Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 MA Almaarif Singosari tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami sekaligus mempraktikkan tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam.

Dalam praktiknya, siswa dikenalkan dengan empat tahapan utama, yakni memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga tata cara pemakaman jenazah.
Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM., menyampaikan pembekalan tersebut penting karena pemulasaran jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah yang berkaitan langsung dengan kehidupan bermasyarakat.
“Ini bukan hanya pengetahuan keagamaan, tetapi keterampilan yang suatu saat sangat dibutuhkan siswa ketika berada di tengah masyarakat,” ujar Anam.
Menurutnya, siswa perlu memiliki keberanian dan keterampilan praktis untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pelayanan pemulasaran jenazah.
“Kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Para siswa juga mendapatkan praktik secara langsung sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih konkret,” imbuh Anam.

Bimtek menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. KH. Slamet Hariyono, M.Pd.I., guru MA Almaarif Singosari sekaligus guru pamong PPL, serta Muhammad Rifqi Junaidi, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (FAI Unisma)
.Anam berharap bekal tersebut dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan kesiapan menjalankan peran keagamaan di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga berani dan terampil ketika masyarakat membutuhkan. Ini menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa agar memiliki kepedulian sosial dan nilai keagamaan yang kuat,” pungkasnya. (humas).



