YP ALMAARIF SINGOSARI – MA Almaarif Singosari perkuat pendidikan karakter dengan membekali siswa literasi hukum. Berkolaborasi dengan KSM-E (Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi) Badan Peradilan Semu Fakultas Hukum UNISMA, ratusan siswa mendapat edukasi bertema “Safe Space for Gen Z! Peran Hukum dalam Melindungi dari Cyber Crime, Bullying, dan Pelecehan”, Rabu (22/7/2026).
Bertempat di madrasah, para siswa diajak untuk memahami berbagai persoalan hukum yang kini kerap dihadapi remaja, terutama di ruang digital. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan kejahatan siber, perundungan, pelecehan, hingga pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM. Menurutnya, kolaborasi dengan Fakultas Hukum UNISMA dilatarbelakangi kebutuhan madrasah untuk menghadirkan edukasi hukum yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
“Madrasah ingin membekali siswa agar memahami hak dan kewajibannya, sekaligus mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi mengenai cyber crime, bullying, dan pelecehan sangat penting karena ketiga persoalan tersebut semakin dekat dengan kehidupan remaja. Karena itu, siswa perlu memahami cara mencegahnya, melindungi diri, menghormati orang lain, sekaligus mengetahui konsekuensi hukum dari setiap tindakan.

Ia menilai tema “Safe Space for Gen Z!” sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini. Sebab, siswa membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di media digital.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun budaya saling peduli, saling menghormati, berani melapor ketika terjadi pelanggaran, dan bertanggung jawab dalam setiap interaksi,” jelasnya.
Anam berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, siswa memiliki kesadaran hukum yang lebih baik, mampu menggunakan media digital secara bertanggung jawab, serta berani menolak segala bentuk perundungan maupun pelecehan
Ia menambahkan, MA Almaarif Singosari selama ini juga terus membangun lingkungan belajar yang aman melalui pendidikan karakter, penguatan layanan Bimbingan Konseling (BK), pendampingan wali kelas, edukasi secara berkala, hingga menyediakan mekanisme pelaporan dan penanganan yang cepat terhadap setiap bentuk kekerasan.
Menurutnya, materi dari FH UNISMA menjadi pelengkap pendidikan karakter yang telah diterapkan di madrasah. Selain memahami nilai-nilai kebaikan, siswa juga diajak menyadari hak, kewajiban, etika bermedia sosial, serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat. Pikirkan dampaknya sebelum mengunggah sesuatu, hormati privasi dan martabat orang lain, karena setiap jejak digital memiliki konsekuensi moral maupun hukum. Jadilah generasi yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi,” pungkas Anam. (humas).



