MA Almaarif Singosari Perkuat Peran Guru BK, Hadirkan Layanan yang Humanis dan Berbasis Cinta

YP ALMAARIF SINGOSARI – Membangun karakter siswa dimulai dari hadirnya guru yang mau mendengar. Semangat itulah yang melatarbelakangi MA Almaarif Singosari menjadi tuan rumah Workshop Penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Bimbingan dan Konseling (BK) : Peningkatan Mutu dan Profesionalisme Guru BK dalam Kurikulum Berbasis Cinta, Senin, (20/7).

Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM, menyampaikan workshop ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus belajar sekaligus berbagi praktik baik dalam meningkatkan kualitas layanan BK.

Menurutnya, layanan BK saat ini memiliki peran yang sangat strategis karena tidak lagi sekadar menangani persoalan kedisiplinan siswa, tetapi juga menjadi ruang pendampingan bagi perkembangan karakter, kesehatan mental, hingga potensi akademik dan non akademik peserta didik.

“Guru BK yang kompeten mampu memberikan layanan yang tepat sehingga siswa dapat berkembang secara optimal, baik dari sisi karakter, psikologis, maupun prestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran guru BK semakin penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Guru BK diharapkan menjadi sosok yang hadir untuk mendengarkan, memahami, dan membimbing peserta didik dengan pendekatan yang penuh empati.

“Layanan BK harus mampu membuat setiap anak merasa aman, dihargai, diterima, dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Pendekatan inilah yang menjadi ruh Kurikulum Berbasis Cinta,” jelasnya.

Untuk mewujudkan layanan yang optimal, madrasah terus memberikan dukungan melalui peningkatan kompetensi guru BK, penyediaan program dan sarana pendukung, serta memperkuat kolaborasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua.

Anam menilai keberhasilan layanan BK tidak bisa dibebankan kepada guru BK saja. Sinergi seluruh unsur di sekolah menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik.

“Kami membangun komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang berkelanjutan. Setiap persoalan siswa diselesaikan melalui pendampingan, pemantauan, hingga tindak lanjut yang melibatkan guru, wali kelas, dan orang tua,” katanya.

Melalui workshop ini, para guru BK dibekali kemampuan menyusun RPL BK yang berkualitas sehingga layanan yang diberikan lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Hasil workshop juga akan ditindaklanjuti melalui penyusunan program BK di madrasah, supervisi, refleksi berkala, serta berbagi praktik baik antarguru.Ia optimistis, peningkatan kompetensi guru BK akan berdampak langsung pada terbentuknya karakter positif siswa sekaligus memperkuat kesejahteraan psikologis mereka.

Dengan layanan yang lebih profesional dan humanis, lingkungan belajar di madrasah diharapkan semakin aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.

“Pesan kami kepada seluruh guru BK, teruslah belajar, berinovasi, dan melayani dengan hati. Jadilah pendamping yang mampu memahami setiap peserta didik, menjaga profesionalisme, serta menghadirkan layanan BK yang menguatkan fitrah, karakter, dan masa depan mereka,” pungkas Anam. (humas).