Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari Deklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA), Perkuat Komitmen Cegah Perundungan

YP ALMAARIF SINGOSARI – Mewujudkan sekolah yang aman tidak cukup hanya dengan aturan. Dibutuhkan komitmen seluruh warga sekolah. Semangat itulah yang ditegaskan Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang digelar di Gedung Auditorium Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, Jumat-Sabtu (17-18/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti guru dan tenaga kependidikan dari TK Islam Almaarif 01, TK Islam Almaarif 02, SD Islam Almaarif 02, dan SMK Plus Almaarif. Selama dua hari, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep Sekolah Ramah Anak sekaligus menyatakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH Anas Noor, SH, MH, menyampaikan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik. Karena itu, seluruh tenaga pendidik harus memiliki pemahaman yang sama tentang perlindungan hak anak dan penerapannya dalam proses pembelajaran.

“Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dihargai, dan bahagia ketika berada di sekolah. Mereka datang ke sekolah bukan hanya untuk memperoleh ilmu, tetapi juga untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat serta penuh kasih sayang,” ujarnya.

Menurut Gus Anas, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi program atau agenda tahunan. Lebih dari itu, Bimtek dan Deklarasi Sekolah Ramah Anak menjadi upaya membangun budaya sekolah yang menghormati hak-hak anak, mengedepankan komunikasi yang positif, serta mencegah terjadinya perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya.

Ia menambahkan, guru memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Oleh sebab itu, seluruh pendidik di lingkungan Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang humanis, menghargai perbedaan, dan memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Komitmen ini tidak berhenti pada saat deklarasi. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Sekolah Ramah Anak benar-benar diterapkan dalam aktivitas belajar mengajar setiap hari,” katanya.

Gus Anas juga berharap, seluruh satuan pendidikan di bawah naungan yayasan mampu menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak

“Kami berharap, SRA mampu menjadikan peserta didik dapat belajar, berkarya, dan meraih cita-cita dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal,” pungkasnya. (humas).