MA Almaarif Singosari Kolaborasi dengan EJSC Malang, Bekali Siswa Bangun Jejak Digital Positif

YP ALMAARIF SINGOSARI – MA Almaarif Singosari terus memperkuat kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital. Kali ini, madrasah berkolaborasi dengan East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil Malang melalui program EJSC Malang Goes to School yang menghadirkan pelatihan bertema “You Are What You Post: Bangun Masa Depan Lebih Awal dengan Jejak Digital”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MA Almaarif Singosari, Rabu (15/7), diikuti 135 siswa. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya membangun jejak digital yang positif sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen MA Almaarif Singosari dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Alhamdulillah kolaborasi dengan EJSC Malang, para siswa memperoleh wawasan mengenai peluang karier di industri kreatif serta pentingnya membangun kompetensi sejak dini,” ujar Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd, MM.

Anam juga menyampaikan, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi mengenai personal branding, keamanan bermedia sosial, hingga peluang berkarier di industri kreatif.

“Kami berharap para siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga literasi digital yang kuat, sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” imbuh Anam.

Advisor EJSC Bakorwil Malang, Andhi Prasetyo, memperkenalkan berbagai program East Java Super Corridor (EJSC) dan Millennial Job Center (MJC). Ia menjelaskan bahwa EJSC merupakan wadah yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung pengembangan talenta muda melalui pelatihan, pendampingan, hingga ruang kolaborasi dengan industri.

Selain itu, peserta juga mendapatkan sesi pengenalan perangkat pendukung produktivitas digital dari Tim Alibaba Store. Dalam sesi tersebut, siswa diajak memanfaatkan gawai tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media belajar, berkarya, dan meningkatkan produktivitas.

Materi utama disampaikan oleh Vidi W, Co-founder & Strategist Fidere Lab. Melalui penyampaian yang interaktif, ia mengingatkan siswa bahwa setiap unggahan di media sosial akan menjadi bagian dari rekam jejak digital yang dapat mempengaruhi masa depan.

“Jejak digital merupakan cerminan diri. Apa yang diunggah hari ini bisa menjadi pertimbangan ketika melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan di masa mendatang,” jelasnya.

Vidi juga mengajak siswa membangun personal branding yang positif melalui konten yang bermanfaat, menjaga etika dalam bermedia sosial, serta memanfaatkan platform digital untuk menunjukkan karya, prestasi, dan potensi yang dimiliki. (humas).