YP ALMAARIF SINGOSARI – Enam puluh tahun perjalanan MA Almaarif Singosari menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkarakter, berlandaskan nilai-nilai keislaman, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Puncak Harlah ke-60 MA Almaarif Singosari digelar pada Selasa (1/9/2026) dengan mengusung tema “Honoring The Past, Inspiring The Future”. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan enam dekade sekaligus menatap masa depan pendidikan dengan semangat pembaruan.

Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa perjalanan 60 tahun merupakan bagian penting dari proses panjang madrasah dalam mengembangkan pendidikan.
Menurutnya, tantangan pendidikan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial. Karena itu, madrasah tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan kemampuan akademik.
“Madrasah harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Anam.

Ia menegaskan, pendidikan karakter, kecakapan hidup, kepedulian sosial, serta penguatan nilai keagamaan menjadi bagian yang terus dikembangkan di MA Almaarif Singosari.
Semangat tersebut, lanjut Anam, menjadi bagian dari perjalanan madrasah selama enam dekade. MA Almaarif Singosari berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah bagi peserta didik sekaligus mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.
“Enam puluh tahun ini menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan pendidikan terbaik kepada peserta didik,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH. Anas Noor, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya menjaga nilai dan ajaran yang diwariskan para pendahulu, khususnya Kiai Tolchah dan Kiai Masjkur.

Ia berharap perkembangan MA Almaarif Singosari terus ditingkatkan sehingga madrasah semakin dipercaya dan menjadi pilihan masyarakat.
“Kami berharap perkembangan di MA Almaarif Singosari terus ditingkatkan. Sehingga usia ke-60 tahun ini terus dipercaya masyarakat,” ujar Gus Anas.
Luncurkan Buku Pendidikan Ramah Anak
Dalam rangkaian Harlah ke-60, MA Almaarif Singosari juga menandai perjalanan lembaga melalui peluncuran buku karya salah satu gurunya, M. Abdullah Charis.
Buku berjudul Merawat Fitrah Menumbuhkan Ulil Albab tersebut mengangkat gagasan tentang pendidikan ramah anak di madrasah.

Buku ini membahas pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pribadi yang memiliki fitrah, potensi, keunikan, serta hak untuk berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.
Tidak hanya membahas aspek akademik, karya tersebut juga mengangkat sejumlah gagasan pendidikan, mulai dari penguatan karakter, Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran mendalam, moderasi beragama, hingga kecakapan abad ke-21.
Kepala MA Almaarif Singosari menyambut positif lahirnya buku tersebut. Menurutnya, gagasan yang dituangkan sejalan dengan komitmen madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang ramah dan humanis.
“Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang memandang peserta didik secara utuh,” kata Anam.

Konsep Ulil Albab dalam buku tersebut menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Kecerdasan tidak semata-mata dimaknai sebagai kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir bijaksana, memiliki kedalaman spiritual, berakhlak, mandiri, dan peduli terhadap sesama.
Peluncuran buku menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Harlah ke-60 MA Almaarif Singosari. Karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan dan gagasan madrasah, tetapi juga menjadi bahan refleksi serta inspirasi bagi pengembangan pendidikan.
“Harapannya, buku ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bacaan yang memperkaya gagasan tentang pendidikan,” pungkas Anam. (humas).



